Pembabagan Masa

Tarikh Bumi

            Dalam mempelajari sejarah kebudayaan kita harus terlebih dahulu mempelajari manusia sebagai penghasil kebudayaan itu sendiri, untuk itu kita perlu meninjau tarikh bumi. Menurut Geologi waktu di dunia dibagi menjadi jaman-jaman sebagai bereikut ;

1. Archaeikum ; jaman yang tertua, berlangsung kiara-kira 2.500 juta tahun. Pada akhir jaman ini nampak adanya kehidupan sedikit demi sedikit.

2. Paleozoikum ; jaman hidup pertengahan, berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada jaman ini hewan-hewan mengalami perekembanagan yang sangat pesat

3. Neozoikum atau Kainozoikum ; jaman hidup baru, berlangsung kira-kira 60 juta tahun yang lalu sampai sekarang. Jaman ini di bagi menjadi ;

A. Tertiair, jaman dimana munculnya primate dana kera yang menyurupai manusia.

B.  Quatair, pada jaman inilah muncul manusia. Jaman ini dibagi menjadi ;

1. Diluvium/Pleitocen, berlangsung kira-kira 600.000 tahun, jaman ini juga disebut dengan jaman es.

2. Alluvium/Holocen, berlangsung kira-kira 20.000 tahun. Di jaman ini terdapat manusia yang dianggap sebagai nenek moyang umat manusia.

Batas-batas Prasejarah.

            Permulaan adanya kebudayaan adalah permulaan dari jaman prasejarah, sedangkan jaman prasejarah akan diakhiri ketika adanya keterangan tertulis yang sampai pada kita, dan kemudian diganti dengan jaman sejarah, jadi prasejarah adalah ilmu yang mempelajari manusia serta peradabannya sejak dari jaman permulaan adanya manusia sampai kepada jaman sejarah. pada jaman 5 Masehi, bangsa kita memasuki masa sejarah karena sudah ada keterangan tertulis berupa prasasti-prasasti yang sampai pada kita. Suatu bangsa tidak akan langsung berpindah dari masa prasejarah ke sejarah, namun ada masa peralihan yang disebut dengan proto sejarah.

 

 

Pembagian Jaman Prasejarah.

            Pembagian parsejarah menurut Arkeologi (ilmu yang mempelajari hasil-hasil kebendaan dari kebudayaan-kebudayaan silam), yaitu didasarkan atas bahan-bahan berupa peninggalan dari kebudayaan manusia itu sendiri. Benda peninggalan itu antara lain, batu dan logam.

Jaman Batu ;

1. Paleolithikum (batu tua); ciri-cirinya adalah alat-alatnya dikerjakan secara kasar.

2. Mesolithikum (batu tengah); ciri-cirinya adalah orang sudah mulai bertempat tinggal.

3. Neolithikum (batu muda); cirri-cirinya adalah alat dari batu sudah dikerjakan secara halus dan manusianya sudah bisa bercocok tanam.

Jaman Logam

1. Jaman Tembaga, di jaman ini manusia membuat alat-alatnya dengan bahan dasar tembaga.

2. Jaman Perunggu, di jaman ini orang sudah mendapatkan logam campuran yang berasal dari tembaga dan timah yang lebih kuat untuk membuat alat-alat mereka.

3. Jaman Besi, di jaman ini orang telah mampu melebur besi dari bijih besinya untuk dituang menjadi alat-alat mereka. (jaman akhir prasejarah)

PALEOLITHIKUM

            Di indonesia temuan yang pertama yang menjadi pangkal penelitian-penelitian manusia purba ialah temuan dari E. Dubois yang disebut Pithecanthropus Erectus, di Trinil tahun 1980. makhluk ini berada diantara manusia dan kera yang berada di pleistocen tengah. Von KOeningswald membagi diluvium lembah sungai Bengawan Solo menjadi tiga lapisan yaitu, lapisan Jetis (pleistocen bawah), lapisan Trinil (lapisan tengah), dan lapisan Ngandong (pleistocen atas). Makhluk yang mengisi pleistocen bawah adalah Pithecanthropus Robustus dan Pithecanthropus Mojokertensis, sedangkan di jaman pleitocen atas, makhluk adalah Homa Wajakensis san dan Homo Soloensis.

 

Kebudayaan-kebudayaan Pertama.

Kebudayaan yang tertua di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu,

A. Kebudayaan Pacitan

            Disini ditemukan sejumlah alat-alat batu yang diantaranya masih kasar dalam pengerjaannya. Alat-lat ini diduga milik dari kebudayaan Pithecanthropus Erectus, namun semua itu masih disangsikan.

B. Kebudayaan Ngandong.

            Alat-lat yang ditemukan disini berasal dari pleistocen atas, maka mungkin pemilik kebudayaan ini adalah Homo Wajakensis dan Homo Soloensis.

Dari semua alat-alat yang ditemukan difungsikan sebagai alat berburu, maka dapat disimpilkan kehudupan manusia Paleolithikum adalah pengembaraan dari satu tempat ke tempat yang lain, sedangkan tentang kebudayaan kerohaniannya tidak banyak diketahui.

Keadaan Kepulaan Kita

            Menurut penyelidikan geologi, kepulauan kita mulai terjadi dalam pertengahan jaman tertiar. Pada akhir jaman ini laut antara jazirah Jawa dan pulau di sebelah utaranya semakin kecil, akhirnya menjadi semacam danau yang makin lama airnya makin tawar. kemudian danau ini lenyap dan timbullah tanah datar yang menghubungkan Gunung sewu dan pegunungan Kendeng, Dijaman Quartair, muncul jenis manusia yaitu Meganthropus dan Pithecanthropus Mojokertensis yang ditempatkan pada lapisan pleistocen bawah. Pada jaman pleistocen tengah es kutub mencapai luas yang sebesar-besarnya, sehingga permukaan air laut turun, dsini terjadilah Sunda-plat dan Sahul-plat. Sumartra, Jawa, Kalimantan dan Malaysia barat bergabung dengan benua Asiia, Kalimantan Utara bersambung dengan Filipina dan Formosa terus ke utara dan benua Asia. Begitu pula Sulawesi yang melalui Minahasa, Pulau Sangir ke Filipina. Ada hunbungan antara Jawa Timur dan Sulawesai selatan melalaui Nusa tenggara yang pulau-pulanya bersambungan. Untuk perpindahan manuisianya ada dua jalur yaitu, pertama melalui Malaya ke Jawa, kedua melalui Formosa, Filipina dan dari sini sebagain ke Kalimantan dan ke Jawa. Kemudian pada jaman plistocen atas, permukaan air laut najk kembali sehingga menggenangi dataran rendah. Pada jaman Holocen berakhirlah jaman es, dan air laut kembali naik lagi sehingga menggenangi daratan, dari situlah terbentuk pulau-pulau baru yang menjadi dasar kepulauan kita. Sungai-sungai membawa Lumpur ke laut, yang mengakibatkan semakin lebarnya tanah datar di pinngir paatai. Gunung-gunung berapi memuntahkan laharnya dan dengan demikian mengubah bentuk dan susunan tanah di sekitarnya.

( sumber rangkuman : Sejarah Kebudayaan Indonesia I, karangan R. Soekmono)